LAMPUNGTIMUR,iNewsPringsewu.id— Satuan Brimob Polda Lampung mengerahkan 38 personel Batalyon B Pelopor untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK), wilayah Susukan Baru, Muara Jaya, Sukadana, Kabupaten Lampung Timur, Sabtu (24/10/2026).
Komandan Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Lampung, Kompol Robi Bowo Wicaksono, S.H., turun langsung memimpin upaya pemadaman api di kawasan tersebut pada pukul 22.00 WIB.
Pengerahan personel dilakukan dalam dua kelompok. Sebanyak 23 personel diberangkatkan dari Mako Batalyon B Pelopor di bawah pimpinan Ipda Andi Prassetyo, M.H. Sementara itu, 15 personel lainnya diberangkatkan dari Mako Kompi 2B Pelopor.
Sebelum bergerak menuju lokasi kebakaran, Kompol Robi bersama Danki melakukan koordinasi dengan Kasi TNWK, Ade, pada pukul 17.27 WIB. Koordinasi tersebut menjadi bagian dari persiapan penanganan kebakaran di kawasan konservasi tersebut.
Selanjutnya, pada pukul 19.05 WIB, personel melaksanakan apel pergeseran untuk menuju titik api di wilayah Susukan Baru, Muara Jaya, Lampung Timur.
Sekitar pukul 22.00 WIB, Kompol Robi memimpin langsung pelaksanaan pemadaman dengan dukungan personel dan kendaraan operasional yang telah disiapkan.
Didukung Kendaraan Operasional
Dalam penanganan karhutla tersebut, Satbrimob Polda Lampung mengerahkan sejumlah kendaraan untuk mendukung mobilisasi personel dan operasional di lapangan.
Kendaraan yang disiapkan meliputi satu unit kendaraan jabatan Danyon, satu unit kendaraan jabatan Danki 2B Pelopor, satu unit kendaraan taktis Armoured Water Cannon (AWC), satu unit bus, serta satu unit kendaraan taktis PJJ.
Pengerahan personel dan perlengkapan ini merupakan bagian dari upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan di wilayah hukum Polres Lampung Timur, terutama di kawasan Taman Nasional Way Kambas yang memiliki fungsi penting bagi kelestarian lingkungan dan ekosistem.
Penanganan karhutla membutuhkan koordinasi antarpihak serta langkah pemadaman yang tepat agar kebakaran tidak semakin meluas dan menimbulkan dampak lebih besar terhadap lingkungan.
Editor : Indra Siregar
Artikel Terkait
