Uququl Walidain: Dosa yang Mengundang Laknat dan Kesempitan Hidup
PRINGSEWU,iNewsPringsewu.id - Durhaka kepada orang tua atau uququl walidain termasuk dosa besar dalam ajaran Islam yang ancamannya sangat berat. Perbuatan ini bahkan disejajarkan dengan syirik atau menyekutukan Allah SWT dalam sejumlah dalil, menunjukkan betapa tingginya kedudukan ayah dan ibu dalam ajaran agama.
Islam menegaskan bahwa setelah perintah menyembah Allah SWT, kewajiban terbesar seorang anak adalah berbakti kepada kedua orang tuanya. Sebaliknya, sikap menyakiti, merendahkan, atau mengabaikan mereka tergolong perbuatan tercela yang dibenci Allah.
Bentuk kedurhakaan tidak hanya berupa tindakan fisik, tetapi juga ucapan dan sikap. Mengucapkan kata “ah”, membentak, berbicara kasar, menunjukkan wajah cemberut, hingga bersikap sombong kepada orang tua sudah termasuk perilaku durhaka. Islam memerintahkan anak untuk bertutur kata lembut dan penuh hormat kepada ayah dan ibu.
Selain itu, membuat orang tua sedih atau menangis, menghina, mempermalukan, hingga menelantarkan mereka di masa tua juga termasuk dosa besar. Sikap pelit (bakhil), enggan merawat ketika sakit, atau lebih mementingkan pasangan dan kepentingan pribadi dibanding orang tua menjadi bentuk pengabaian yang sangat dikecam.
Ancaman bagi pelaku durhaka tidak hanya di akhirat, tetapi juga di dunia. Dalam sejumlah riwayat disebutkan bahwa dosa ini termasuk yang sering disegerakan balasannya, seperti kesulitan hidup, hilangnya keberkahan rezeki, konflik keluarga, hingga gangguan fisik maupun mental. Lebih berat lagi, pelaku durhaka terancam mendapatkan laknat Allah SWT dan tidak dapat mencium bau surga jika tidak bertaubat dengan sungguh-sungguh.
Karena itu, menjaga sikap, ucapan, serta memberikan perhatian dan doa kepada orang tua menjadi kewajiban yang tidak boleh diabaikan. Ridha Allah SWT bergantung pada ridha orang tua, dan keberkahan hidup terletak pada bakti seorang anak kepada ayah dan ibunya.
Editor : Indra Siregar