Penguatan SDM PKH Pringsewu Didorong Fokus pada Kemandirian Penerima Manfaat
PRINGSEWU,iNewsPringsewu.id – Penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) Program Keluarga Harapan (PKH) Kabupaten Pringsewu diarahkan tidak hanya pada penyaluran bantuan sosial, tetapi juga mendorong kemandirian keluarga penerima manfaat.
Kegiatan penguatan kapasitas SDM PKH se-Kabupaten Pringsewu tersebut berlangsung di Aula Utama Pemerintah Kabupaten Pringsewu, Rabu (30/9/2026).
Kegiatan dihadiri Ketua Tim PKH Provinsi Lampung Slamet Riyadi, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pringsewu Debi Hardian, S.Pi., M.Si., serta jajaran pendamping PKH dari sembilan kecamatan.
Dalam arahannya, Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas menekankan pentingnya pemutakhiran data secara langsung di lapangan. Data yang akurat menjadi dasar agar program bantuan sosial tepat sasaran sekaligus dapat menjadi pijakan dalam mendorong keluarga penerima manfaat menuju kemandirian.
Pendamping PKH juga didorong menggali potensi penerima manfaat dan membangun sinergi dengan berbagai program pemerintah, termasuk yang berada di Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan serta Dinas Ketenagakerjaan.
Selain pemberdayaan ekonomi, pendampingan juga diarahkan untuk mengawal persoalan stunting di tengah masyarakat.
Saat ini, jumlah penerima manfaat PKH di Kabupaten Pringsewu tercatat sekitar 18 ribu keluarga. Program pendampingan diharapkan mampu membentuk karakter dan motivasi penerima manfaat agar memiliki keinginan untuk keluar dari ketergantungan bantuan melalui proses graduasi secara mandiri.
Dorong Pemanfaatan Layanan Digital

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Pringsewu Moudy Ary Nazolla, S.STP., M.H., turut memaparkan pemanfaatan teknologi digital dalam mendukung pelayanan publik.
Hal tersebut sejalan dengan arahan Bupati Pringsewu mengenai pentingnya pemanfaatan layanan publik digital agar semakin mudah diakses masyarakat.
Moudy menyampaikan, titik blank spot di Kabupaten Pringsewu kini tersisa sekitar 11 lokasi. Beberapa titik masih berada di wilayah Kecamatan Pagelaran Utara dan pemerintah daerah telah berkoordinasi dengan sejumlah penyedia layanan telekomunikasi.
Sementara itu, Pekon Selapan, Kecamatan Pardasuka, telah mendapatkan akses sinyal internet meskipun baru tersedia melalui satu provider.
Menurutnya, keberadaan perangkat digital juga harus diikuti dengan pemanfaatan secara berkelanjutan.
“Alat-alat digital jika tidak pernah digunakan akan rusak,” menjadi salah satu penekanan dalam pemaparan tersebut.
Dalam kegiatan itu juga dilakukan pemaparan Dashboard PRIMA sebagai bagian dari penguatan pemanfaatan teknologi informasi dalam pelayanan publik.
Pendamping PKH Didorong Kenalkan Potensi Mocaf
Penguatan peran pendamping juga dikaitkan dengan pengembangan potensi ekonomi lokal.
Tenaga ahli Umar menyampaikan materi mengenai SIMPL Dinsos, yang disebut sebagai salah satu saran Ombudsman bagi pemerintah kota dan kabupaten di Provinsi Lampung.
Sementara itu, Kabid Perindustrian Dinas Koperindag Pringsewu Rika Kartini memberikan pemaparan mengenai mocaf sebagai salah satu produk olahan berbasis singkong yang dapat dikembangkan di Kabupaten Pringsewu.
Pendamping PKH dinilai memiliki posisi strategis karena berinteraksi langsung dengan keluarga penerima manfaat.
Karena itu, pendamping diharapkan dapat menyampaikan informasi mengenai peluang usaha mocaf, mulai dari budidaya atau penanaman singkong, pengolahan bahan baku hingga pemasaran produk.
Dengan pendekatan tersebut, program PKH diharapkan tidak berhenti pada pemberian bantuan sosial, tetapi turut membuka akses terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Pemanfaatan Desil untuk Bansos
Ketua Tim PKH Provinsi Lampung Slamet Riyadi juga memberikan pemaparan mengenai pemanfaatan desil dalam penyaluran bantuan sosial.
Pemutakhiran dan pemanfaatan data tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan kondisi sosial ekonomi keluarga penerima manfaat dapat teridentifikasi secara lebih tepat.
Penguatan kapasitas SDM PKH di Kabupaten Pringsewu pun diharapkan memperkuat peran pendamping sebagai penghubung antara pemerintah dengan masyarakat, sekaligus mendorong penerima manfaat meningkatkan kapasitas ekonomi hingga mampu mencapai graduasi secara mandiri.
Editor: Indra Siregar