Babinsa Mataram Dorong Pemuda Jadi Prajurit TNI AD, 13 Orang Nyatakan Minat
PRINGSEWU,iNewsPringsewu.id – Semangat generasi muda untuk mengabdi kepada bangsa dan negara melalui jalur militer mulai tumbuh di Pekon Mataram, Kabupaten Pringsewu, Lampung. Sebanyak 13 pemuda menyatakan minat untuk mengikuti seleksi penerimaan prajurit Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD).
Minat tersebut muncul setelah Babinsa Pekon Mataram, Serka Rohmanudin, menggelar sosialisasi penerimaan prajurit TNI AD di Balai Pekon Mataram, Selasa (3/11/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Pekon Mataram, Rohmat Riyadi, serta sejumlah pemuda setempat.
Serka Rohmanudin mengatakan, sosialisasi ini bertujuan memberikan pemahaman kepada generasi muda mengenai peluang pengabdian melalui TNI AD, termasuk mekanisme pendaftaran, persyaratan administrasi, kesiapan mental, dan kondisi kesehatan yang harus dipenuhi calon prajurit.
"Alhamdulillah, ada 13 pemuda yang menyatakan siap dan berminat mendaftar sebagai anggota TNI AD," ungkap Rohmanudin.
Ia menjelaskan, kesempatan penerimaan prajurit TNI AD menjadi peluang besar bagi generasi muda untuk mengembangkan diri sekaligus mengabdikan kemampuan mereka kepada bangsa dan negara.
Dalam sosialisasi tersebut, ia juga menyampaikan informasi mengenai kuota penerimaan yang disebut mencapai 2.400 calon Bintara dan 5.800 calon Tamtama, dengan periode rekrutmen mulai 1 Oktober 2026 hingga Januari 2027.
Menurutnya, menjadi prajurit TNI bukan sekadar memperoleh pekerjaan, tetapi juga merupakan bentuk pengabdian dan tanggung jawab dalam menjaga kedaulatan serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Rohmanudin turut mengingatkan pentingnya membentengi generasi muda dari berbagai pengaruh negatif, seperti perjudian online dan penyalahgunaan narkoba yang dapat merusak masa depan.
Ia berpesan agar para pemuda tidak menyia-nyiakan waktu dengan kegiatan yang tidak produktif. Sebaliknya, generasi muda harus aktif mengembangkan potensi diri, meningkatkan keterampilan (skill), serta memperluas pengetahuan sebagai bekal menghadapi tantangan kehidupan di masa mendatang.
"Di era digital seperti sekarang, tantangan semakin besar. Karena itu, pemuda harus mampu meningkatkan kemampuan, menjaga pergaulan, memiliki mental yang kuat, dan mempersiapkan diri untuk masa depan," pesannya.
Ia juga memberikan motivasi kepada para pemuda yang berminat mengikuti seleksi agar mempersiapkan diri secara maksimal, baik dari segi fisik, kesehatan, mental, maupun pengetahuan.
Rohmanudin menegaskan bahwa proses pendaftaran dan seleksi penerimaan prajurit TNI AD tidak dipungut biaya alias gratis. Karena itu, masyarakat diminta tidak mudah percaya kepada pihak-pihak yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan uang.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan semakin banyak generasi muda Pekon Mataram yang memiliki semangat, disiplin, dan tekad untuk berkontribusi bagi bangsa dan negara.
Sebanyak 13 pemuda yang telah menyatakan minat diharapkan mampu memanfaatkan kesempatan tersebut dengan mempersiapkan diri secara sungguh-sungguh dan mengikuti seluruh tahapan seleksi sesuai ketentuan yang berlaku.
Editor: Indra Siregar