Operasi SAR Temukan 2 Remaja Hanyut di Way Sekampung

Indra Siregar
Dua remaja korban hanyut di Sungai Way Sekampung, Pringsewu, ditemukan meninggal dunia pada hari kedua pencarian oleh tim SAR gabungan.(Foto: Istimewa)

PRINGSEWU,iNewsPringsewu.id – Operasi pencarian dua remaja yang hanyut di aliran Sungai Way Sekampung, Pekon Yogyakarta, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, akhirnya berakhir duka. Setelah dilakukan pencarian intensif selama dua hari, tim SAR gabungan berhasil menemukan kedua korban dalam kondisi meninggal dunia pada Minggu (5/7/2026).

Korban pertama yang ditemukan adalah M. Faris Alfitra (16), pelajar SMK asal Pekon Tulung Agung, sekitar pukul 13.15 WIB. Selanjutnya, Agam Dino Putra (16), pelajar SMP asal Pekon Tegalsari, ditemukan sekitar pukul 15.05 WIB.

Kedua korban ditemukan tidak jauh dari lokasi awal mereka dilaporkan hanyut saat mandi di Sungai Way Sekampung pada Sabtu (4/7/2026).

Kapolsek Gadingrejo IPTU Sugiyanto mewakili Kapolres Pringsewu AKBP M. Yunnus Saputra membenarkan penemuan kedua korban tersebut.

"Korban pertama atas nama Faris ditemukan sekitar pukul 13.15 WIB, sedangkan korban kedua atas nama Agam ditemukan sekitar pukul 15.05 WIB. Keduanya ditemukan di sekitar lokasi terakhir hanyut," ujar IPTU Sugiyanto.

Setelah proses evakuasi selesai, jenazah kedua korban langsung diserahkan kepada pihak keluarga. Jenazah Faris dibawa ke rumah duka di Pekon Tulung Agung, sedangkan Agam dipulangkan ke rumah duka di Pekon Tegalsari untuk dimakamkan.

Menurut Sugiyanto, keluarga kedua korban telah menerima musibah tersebut dengan ikhlas dan menyatakan tidak bersedia dilakukan autopsi.

"Pihak keluarga telah mengikhlaskan kepergian kedua korban dan membuat surat pernyataan tidak bersedia dilakukan proses autopsi. Selanjutnya jenazah langsung diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan," katanya.

Atas nama jajaran Polsek Gadingrejo, IPTU Sugiyanto menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban.

"Kami turut berduka cita atas musibah ini. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, kesabaran, serta keikhlasan," ucapnya.

Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh personel gabungan yang terlibat dalam operasi pencarian, mulai dari Polri, TNI, BPBD, tim SAR, relawan, hingga masyarakat yang tanpa lelah membantu proses pencarian sejak hari pertama.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh tim SAR gabungan, TNI, Polri, BPBD, para relawan, dan masyarakat yang telah bekerja keras hingga kedua korban berhasil ditemukan," ungkapnya.

Kapolsek turut mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di sungai, terutama ketika debit air meningkat dan arus menjadi deras.

"Kami mengimbau masyarakat, khususnya anak-anak dan remaja yang belum memiliki kemampuan berenang, agar tidak mandi atau bermain di sungai yang berarus deras. Keselamatan harus menjadi prioritas agar kejadian serupa tidak kembali terulang," tegasnya.

Diketahui, peristiwa nahas itu terjadi pada Sabtu (4/7/2026) sekitar pukul 11.45 WIB. Saat itu tujuh remaja yang merupakan warga Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) berkemah di tepi Sungai Way Sekampung. Ketika mandi, dua rekan mereka yang berada di atas rakit bambu terseret arus. Faris dan Agam berusaha memberikan pertolongan, namun keduanya justru ikut hanyut. Dua remaja yang sempat terseret berhasil diselamatkan, sedangkan Faris dan Agam hilang hingga akhirnya ditemukan meninggal dunia pada hari kedua pencarian.

Editor : Indra Siregar

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network