Fauzi Tegas! Kasus Dugaan Pemukulan Siswa SD di Pringsewu Harus Jadi Evaluasi Dunia Pendidikan

Indra Siregar
Fauzi Tegas: Wujudkan Pringsewu sebagai Kabupaten Layak Anak, Kekerasan di Sekolah Harus Dicegah (Foto: Indra Siregar)

PRINGSEWU,iNewsPringsewu.id – Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Kabupaten Pringsewu, Dr. Fauzi, menegaskan bahwa kasus dugaan pemukulan terhadap seorang siswa sekolah dasar (SD) di Kecamatan Sukoharjo harus menjadi bahan evaluasi serius bagi dunia pendidikan.

Pernyataan tersebut disampaikan Fauzi dalam pertemuan keluarga korban dengan Edy, guru kelas IV yang diduga melakukan pemukulan, di Aula Wicaksana Polres Pringsewu, Jumat (23/10/2026).

Fauzi menekankan bahwa perlindungan anak harus menjadi prioritas. Lingkungan sekolah semestinya menjadi tempat yang aman bagi siswa untuk belajar, tumbuh, dan berkembang, bukan tempat yang membuat anak merasa terancam.

Menurutnya, guru memiliki tanggung jawab besar dalam mendidik dan membimbing siswa. Karena itu, pengendalian emosi serta penggunaan pendekatan yang mendidik harus menjadi perhatian agar persoalan di sekolah tidak berujung pada tindakan kekerasan terhadap anak.

“Pak Edy, jadikan peristiwa ini sebagai pembelajaran di sekolah. Jangan sampai kejadian serupa terulang kembali,” tegas Fauzi dalam pesannya.

Dorong Penanganan Berkeadilan

Fauzi juga menyampaikan dukungan terhadap langkah Polres Pringsewu dalam mempertimbangkan penyelesaian melalui pendekatan restorative justice atau keadilan restoratif, sepanjang memenuhi persyaratan dan ketentuan hukum yang berlaku.

Ia menegaskan, proses penanganan perkara tetap menjadi kewenangan aparat penegak hukum. Sementara itu, aspek perlindungan anak harus berjalan seiring dengan penanganan hukum, termasuk memastikan korban mendapatkan pendampingan yang diperlukan.

Menurut Fauzi, kondisi psikologis, perkembangan, dan kesehatan anak perlu diperhatikan. Keterlibatan instansi terkait, seperti dinas pendidikan, kesehatan, dan sosial, juga penting untuk memastikan kebutuhan korban ditangani secara tepat.

Ia berharap peristiwa ini tidak berhenti pada permintaan maaf, tetapi menjadi momentum untuk membangun kesadaran bersama mengenai pentingnya mencegah kekerasan di lingkungan pendidikan.

Sinergi Wujudkan Kabupaten Layak Anak

Fauzi turut menekankan pentingnya koordinasi antara kepolisian, lembaga perlindungan anak, pihak sekolah, keluarga, serta pemerintah daerah.

Menurutnya, upaya mewujudkan Kabupaten Pringsewu sebagai kabupaten layak anak membutuhkan komitmen nyata dari seluruh pihak, terutama dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan mendukung tumbuh kembang anak.

Kasus ini, lanjutnya, harus menjadi pengingat bahwa setiap persoalan yang melibatkan anak perlu ditangani secara cermat, mengutamakan kepentingan terbaik bagi anak, serta memastikan langkah pencegahan dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang.

 

Perlindungan anak bukan sekadar slogan, melainkan tanggung jawab bersama. Sekolah, keluarga, pemerintah, dan aparat penegak hukum perlu bersinergi agar setiap anak dapat memperoleh pendidikan dalam lingkungan yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan.

Editor : Indra Siregar

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network