Korban Terseret Arus di Pardasuka Belum Ditemukan, Tim Gabungan Maksimalkan Pencarian
PRINGSEWU,iNewsPringsewu.id– Upaya pencarian korban hanyut di aliran Sungai Pekon Rantau Tijang, Kecamatan Pardasuka, Kabupaten Pringsewu, masih terus berlangsung. Memasuki hari keempat, tim gabungan memperluas area penyisiran hingga beberapa kilometer ke arah hilir.
Kapolsek Pardasuka, Iptu Bastari Supriyanto, mengatakan pencarian kini difokuskan hingga menuju wilayah Kecamatan Way Lima, Kabupaten Pesawaran. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan korban terbawa arus banjir yang cukup deras.
“Penyisiran diperluas dari titik awal kejadian hingga ke hilir untuk mengantisipasi korban terbawa arus lebih jauh,” ujarnya, Kamis (9/4/2026).
Dalam operasi tersebut, tim gabungan yang terdiri dari kepolisian, TNI, Basarnas, BPBD, serta masyarakat setempat dikerahkan secara maksimal. Pencarian dibagi dalam beberapa kelompok guna meningkatkan efektivitas di lapangan, baik melalui penyisiran permukaan maupun pemeriksaan titik-titik yang dicurigai.
“Tim dibagi menjadi beberapa kelompok agar pencarian lebih optimal, termasuk di lokasi-lokasi yang berpotensi menjadi tempat korban tersangkut,” tambah Bastari mewakili Kapolres Pringsewu AKBP M. Yunnus Saputra.
Tak hanya penyisiran manual, petugas juga kembali menurunkan alat berat jenis ekskavator untuk membantu proses penggalian material dan endapan banjir yang diduga menimbun korban.
Hingga saat ini, proses pencarian masih terus dilakukan tanpa henti. Aparat berharap korban segera ditemukan agar dapat diserahkan kepada pihak keluarga.
“Kami akan terus berupaya maksimal hingga korban ditemukan,” tegasnya.
Diketahui, korban bernama Riza Kurniawan alias Eza (28), warga Desa Penengahan, Kecamatan Way Khilau, Kabupaten Pesawaran. Korban diketahui berdomisili di Pekon Rantau Tijang bersama istri dan anaknya.
Korban dilaporkan hilang sejak Minggu (5/4/2026) sore, saat hendak menyeberangi sungai sepulang dari sawah. Diduga, debit air yang meningkat secara tiba-tiba menyebabkan arus sungai menjadi deras hingga menyeret korban.
Editor : Indra Siregar