Polres Pringsewu Gelar Pagelaran Budaya Akbar, Kuda Siger Jadi Magnet Perayaan Bhayangkara
PRINGSEWU,iNewsPringsewu.id– Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Kabupaten Pringsewu akan berlangsung semarak dengan digelarnya pagelaran budaya yang menghadirkan beragam kesenian tradisional unggulan. Kegiatan yang diinisiasi Polres Pringsewu tersebut menjadi bagian dari upaya melestarikan budaya sekaligus mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat.
Pagelaran budaya dijadwalkan berlangsung pada Kamis malam, 25 Juni 2026, pukul 19.00 WIB di Pendopo Kabupaten Pringsewu. Masyarakat diundang untuk menyaksikan langsung berbagai pertunjukan seni tradisional yang menampilkan kekayaan budaya lokal dan nusantara.
Sejumlah kelompok seni terbaik dipastikan ambil bagian dalam acara tersebut. Mereka merupakan para juara dan peserta terbaik ajang Pringsewu Cultural Festival (PCF) yang sebelumnya digelar Polres Pringsewu. Di antaranya Sanggar Seni Merah Putih Tulungagung Gadingrejo sebagai Juara I kategori Banyumasan PCF 2025, Sanggar Budoyo Lestari Sidoharjo Juara I kategori Pegon, Turonggo Tirto Budoyo Pagelaran dengan atraksi mendeman, serta Reog Ponorogo Karya Budaya Adiluwih yang meraih Juara II PCF 2025.
Salah satu penampilan yang paling dinantikan adalah debut Kuda Siger, karya seni hasil akulturasi budaya Jawa dan Lampung yang diinisiasi Kapolres Pringsewu AKBP M. Yunnus Saputra. Kesenian ini diharapkan menjadi simbol harmonisasi budaya di tengah keberagaman masyarakat Pringsewu.
Tak hanya menyuguhkan hiburan budaya, kegiatan tersebut juga menghadirkan bazar UMKM yang menampilkan berbagai produk unggulan lokal. Polres Pringsewu turut membuka layanan SKCK Online sehingga masyarakat dapat mengakses pelayanan kepolisian sembari menikmati rangkaian acara.
Kapolres Pringsewu AKBP M. Yunnus Saputra mengatakan, pagelaran budaya merupakan bentuk pendekatan humanis Polri kepada masyarakat melalui ruang-ruang kebersamaan yang membangun.
“Budaya adalah identitas bangsa yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya. Melalui kegiatan ini, kami ingin menghadirkan ruang kebersamaan antara Polri dan masyarakat sekaligus memberikan panggung bagi para pelaku seni untuk terus berkarya,” kata Yunnus dikutip dari keterangan Humas Polres Pringsewu, Rabu (24/6/2026).
Menurutnya, seni tradisional seperti kuda kepang dan reog ponorogo tidak sekadar menjadi hiburan, tetapi juga mengandung nilai-nilai luhur seperti gotong royong, persaudaraan, kebersamaan, dan kecintaan terhadap warisan budaya bangsa.
Ia pun mengajak masyarakat Pringsewu dan sekitarnya untuk hadir bersama keluarga serta memeriahkan peringatan Hari Bhayangkara ke-80.
“Kami mengundang seluruh masyarakat untuk datang bersama keluarga. Mari kita rayakan Hari Bhayangkara ke-80 dengan penuh kegembiraan, sekaligus menunjukkan bahwa budaya lokal tetap hidup, dicintai, dan menjadi kebanggaan bersama,” ujarnya.
Lebih lanjut, Yunnus menegaskan bahwa pagelaran budaya ini merupakan implementasi strategi cultural policing yang dikembangkan Polri. Melalui pendekatan budaya, Polri berupaya membangun kedekatan emosional dengan masyarakat, memperkuat persatuan, dan menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif.
“Dengan budaya, kita bisa menyatukan berbagai latar belakang masyarakat dalam semangat persaudaraan. Inilah salah satu bentuk cultural policing, di mana Polri hadir tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam menjaga dan melestarikan nilai-nilai budaya bangsa,” pungkasnya.
Editor : Indra Siregar