Teluk Semaka Banjir Tongkol, Nelayan Panen Rezeki, Pemerintah Diminta Jaga BBM

Hardi
Musim tongkol melimpah di Teluk Semaka, Tanggamus. Nelayan Kota Agung membawa pulang hasil tangkapan hingga puluhan juta rupiah sekali melaut (Foto: Hardi)

TANGGAMUS,iNewsPringsewu.id– Musim ikan tongkol membawa berkah bagi nelayan di Kota Agung, Kabupaten Tanggamus, Lampung. Dalam dua pekan terakhir, hasil tangkapan nelayan di perairan Teluk Semaka meningkat signifikan.

Setiap hari, sekitar 60 hingga 70 kapal motor nelayan Kota Agung berangkat melaut selepas Zuhur dan kembali setelah Isya. Dalam sekali melaut, satu kapal mampu membawa pulang sekitar 50 hingga 100 bakul ikan tongkol.

Dengan harga jual yang berlaku, pendapatan kotor satu kapal dari sekali melaut dapat mencapai sekitar Rp12 juta hingga Rp30 juta, tergantung jumlah, ukuran, kualitas, dan harga ikan.

Tak hanya nelayan kapal motor, puluhan nelayan yang menggunakan bagan apung juga ikut menikmati melimpahnya ikan tongkol di Teluk Semaka.

Hasil tangkapan kemudian dibawa ke Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Kota Agung. Aktivitas jual beli meningkat ketika kapal-kapal nelayan kembali dari laut.

Satu bakul berisi sekitar 100 ekor ikan tongkol. Harga berkisar Rp2.500 hingga Rp3.000 per ekor, tergantung ukuran dan kualitas ikan.

Menariknya, melimpahnya pasokan tidak membuat harga tongkol anjlok. Aktivitas perdagangan di TPI Kota Agung justru semakin ramai. Masyarakat dari berbagai wilayah Tanggamus berdatangan untuk mendapatkan ikan segar.

Sejumlah tengkulak, pedagang ikan, hingga pembeli dari luar daerah juga turut menyerap hasil tangkapan nelayan. Kondisi itu membuat harga ikan tongkol relatif stabil meski pasokan sedang tinggi.

Juru lelang TPI Kota Agung, Syahroni, mengatakan musim ikan tongkol di perairan Teluk Semaka telah berlangsung sekitar dua pekan.

“Musim ikan tongkol ini sudah sekitar dua minggu. Walaupun hasil tangkapannya banyak, harga masih relatif stabil karena kualitas ikannya bagus dan segar. Ditambah banyaknya masyarakat yang datang membeli langsung,” ujar Syahroni, Rabu (30/9/2026).

Ramainya aktivitas di TPI turut menggerakkan ekonomi masyarakat. Perputaran uang tidak hanya dirasakan nelayan, tetapi juga pedagang ikan, buruh angkut, hingga pelaku usaha lain yang bergantung pada aktivitas perikanan.

Syahroni berharap pemerintah tetap menjaga ketersediaan BBM bersubsidi bagi nelayan, terutama selama musim ikan berlangsung.

“Harapan kami, pemerintah tetap menjaga ketersediaan BBM bersubsidi, terutama saat musim ikan seperti sekarang, karena BBM merupakan kebutuhan utama nelayan untuk melaut,” katanya.

Hasil tangkapan tongkol dari Teluk Semaka tidak hanya dipasarkan di Tanggamus. Sebagian ikan juga dikirim ke sejumlah lapak dan pedagang di luar daerah.

Musim tongkol menjadi momentum penting bagi nelayan Kota Agung. Produktivitas perairan Teluk Semaka membuat aktivitas melaut kembali bergairah, sekaligus menghidupkan perdagangan ikan segar di TPI Kota Agung.

Editor : Indra Siregar

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network