“Alat-alat digital jika tidak pernah digunakan akan rusak,” menjadi salah satu penekanan dalam pemaparan tersebut.
Dalam kegiatan itu juga dilakukan pemaparan Dashboard PRIMA sebagai bagian dari penguatan pemanfaatan teknologi informasi dalam pelayanan publik.
Pendamping PKH Didorong Kenalkan Potensi Mocaf
Penguatan peran pendamping juga dikaitkan dengan pengembangan potensi ekonomi lokal.
Tenaga ahli Umar menyampaikan materi mengenai SIMPL Dinsos, yang disebut sebagai salah satu saran Ombudsman bagi pemerintah kota dan kabupaten di Provinsi Lampung.
Sementara itu, Kabid Perindustrian Dinas Koperindag Pringsewu Rika Kartini memberikan pemaparan mengenai mocaf sebagai salah satu produk olahan berbasis singkong yang dapat dikembangkan di Kabupaten Pringsewu.
Pendamping PKH dinilai memiliki posisi strategis karena berinteraksi langsung dengan keluarga penerima manfaat.
Karena itu, pendamping diharapkan dapat menyampaikan informasi mengenai peluang usaha mocaf, mulai dari budidaya atau penanaman singkong, pengolahan bahan baku hingga pemasaran produk.
Dengan pendekatan tersebut, program PKH diharapkan tidak berhenti pada pemberian bantuan sosial, tetapi turut membuka akses terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Pemanfaatan Desil untuk Bansos
Ketua Tim PKH Provinsi Lampung Slamet Riyadi juga memberikan pemaparan mengenai pemanfaatan desil dalam penyaluran bantuan sosial.
Pemutakhiran dan pemanfaatan data tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan kondisi sosial ekonomi keluarga penerima manfaat dapat teridentifikasi secara lebih tepat.
Penguatan kapasitas SDM PKH di Kabupaten Pringsewu pun diharapkan memperkuat peran pendamping sebagai penghubung antara pemerintah dengan masyarakat, sekaligus mendorong penerima manfaat meningkatkan kapasitas ekonomi hingga mampu mencapai graduasi secara mandiri.
Editor : Indra Siregar
Artikel Terkait
