Slamet Riyadi: Koperasi Merah Putih Butuh Kepastian Lahan dan Fasilitas
PRINGSEWU,iNewsPringsewu.id– Kepala Pekon Bandung Baru, Kecamatan adiluwih, Kabupaten Pringsewu, Slamet Riyadi, menyuarakan sejumlah kendala serius dalam pembangunan dan pemanfaatan Koperasi Merah Putih di tingkat desa. Keluhan tersebut disampaikannya dalam audiensi bersama DPRD Kabupaten Pringsewu, Jumat (30/01/2026).
Slamet Riyadi yang juga menjabat sebagai Ketua APDESI Merah Putih Kabupaten Pringsewu menegaskan bahwa para kepala pekon sejatinya telah berupaya mengikuti seluruh mekanisme dan regulasi yang ditetapkan pemerintah dalam pembangunan koperasi desa. Namun, berbagai persoalan teknis dan aset masih menjadi hambatan di lapangan.
“Nilai aset bangunan atau gerai Koperasi Merah Putih mencapai sekitar Rp1,6 miliar, namun hingga kini masih terdapat bangunan yang belum dilengkapi fasilitas dasar seperti sumur bor dan jaringan listrik,” ujar Slamet Riyadi.
Ia menjelaskan, keterbatasan fasilitas tersebut berdampak langsung pada operasional koperasi dan menghambat tujuan utama program Koperasi Merah Putih sebagai penggerak ekonomi desa. Selain itu, persoalan ketersediaan lahan juga menjadi beban tersendiri bagi pemerintah pekon.
Menurut Slamet, sejumlah desa sebenarnya memiliki aset diantarnya berupa lahan sawah yang secara lokasi cukup strategis untuk pembangunan gedung koperasi. Namun demikian, pemanfaatan lahan tersebut terkendala aturan karena tidak diperbolehkan dialihfungsikan oleh dinas terkait.
“Kami berharap ada solusi dan kejelasan regulasi, agar kepala pekon tidak ragu dalam mengambil kebijakan dan tidak terbentur persoalan hukum di kemudian hari,” tegasnya.
Slamet Riyadi berharap, melalui penyampaian aspirasi ke DPRD dan kehadiran Inspektorat serta organisasi perangkat daerah terkait, permasalahan Koperasi Merah Putih di tingkat desa dapat menjadi perhatian serius pemerintah kabupaten hingga pemerintah pusat.
Ia juga mendorong adanya pendampingan intensif dan wadah pengaduan khusus, sehingga setiap persoalan yang dihadapi desa dapat ditangani secara cepat, terarah, dan terkoordinasi.
“Kami ingin program Koperasi Merah Putih ini benar-benar berjalan optimal dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat desa,” pungkas Slamet Riyadi.
Editor : Indra Siregar