get app
inews
Aa Text
Read Next : Harapan Warga Pujorahayu: Jalan Segera Diperbaiki, Akses Ekonomi dan Keselamatan Jadi Taruhan

Jalan Pujorahayu Pesawaran Dikeluhkan, DPRD Dorong Perbaikan Jalur Alternatif Bandara

Rabu, 04 Februari 2026 | 11:23 WIB
header img
Jalan alternatif Bandara Raden Intan–Pringsewu rusak parah. (Foto: iNewsPringsewu.id)

PESAWARAN,iNewsPringsewu.id– Kondisi jalan alternatif penghubung Bandara Raden Intan II menuju Kabupaten Pringsewu yang melintasi Kecamatan Negeri Katon, Kabupaten Pesawaran, tepatnya di Desa Pujorahayu, kian memprihatinkan. Jalan strategis tersebut dinilai luput dari perhatian, padahal memiliki peran vital bagi mobilitas masyarakat lintas kabupaten.

Jalan Branti–Pringsewu ini merupakan jalur alternatif utama yang kerap dilalui warga dari Bandara Raden Intan menuju Pringsewu, Tanggamus, hingga Pesisir Barat. Tak hanya masyarakat lokal, wisatawan yang hendak menuju kawasan pesisir untuk berwisata, termasuk peselancar, juga banyak melintasi jalur tersebut.

Padatnya lalu lintas setiap hari semakin memperparah kerusakan jalan. Kondisi ini dikhawatirkan akan berdampak serius menjelang Hari Raya Idulfitri, di mana arus mudik diprediksi meningkat tajam dan jalan tersebut menjadi salah satu jalur favorit pemudik.

Sebagai jalan penghubung antarwilayah, dua pemerintah daerah, yakni Kabupaten Pesawaran dan Kabupaten Pringsewu, didorong untuk bersama-sama mengusulkan perbaikan melalui program Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah maupun Dana Alokasi Khusus (DAK).

Anggota DPRD Kabupaten Pringsewu dari Partai Golkar, Anton Subagiyo, SH, menilai perlunya langkah strategis agar jalan tersebut dapat ditetapkan sebagai aset milik Pemerintah Provinsi Lampung. Menurutnya, beban lalu lintas di Jalan Nasional Ahmad Yani Pringsewu sudah sangat padat, terutama pada pagi hingga sore hari.

“Jalan Ahmad Yani sudah terlalu padat. Pemerintah Provinsi Lampung harus mulai fokus membangun dan memperbaiki jalan-jalan alternatif, salah satunya jalur Branti–Pringsewu ini,” tegas Anton, Rabu(04/02/2026).

Dia juga menekankan bahwa Bandara Raden Intan II saat ini merupakan satu-satunya bandara haji dan bandara domestik yang melayani masyarakat Pringsewu, Tanggamus, dan Pesawaran. Ke depan, bandara tersebut berpotensi dikembangkan menjadi bandara internasional, sehingga akses jalan yang memadai menjadi kebutuhan mutlak.

Ironisnya, sebagai bentuk protes, warga setempat menanam pohon pisang di sejumlah titik jalan rusak di Desa Pujorahayu. Jalan yang dipenuhi lubang dan genangan air itu kini dikenal warga sebagai “jalan jeglongan”, mencerminkan kondisi infrastruktur yang jauh dari kata layak.

Masyarakat berharap pemerintah kabupaten, provinsi, hingga pusat segera turun tangan. Perbaikan jalan dinilai bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga keselamatan, kelancaran ekonomi, dan citra daerah sebagai pintu masuk utama Lampung melalui jalur udara.

Editor : Indra Siregar

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut