Serangan Hama Padi di Tanggamus Meluas! Puluhan Hektare Sawah Rusak, Petani Desak Pendampingan
TANGGAMUS,iNewsPringsewu.id — Petani padi di sejumlah wilayah Kabupaten Tanggamus menghadapi ancaman serius akibat serangan hama yang terjadi secara beruntun. Mulai dari wereng, tikus, hingga penyakit tanaman, serangan ini telah merusak puluhan hektare sawah dan menekan hasil panen secara signifikan.
Di lapangan, kondisi tanaman padi yang sebelumnya tumbuh baik kini banyak yang layu dan mengering. Berbagai upaya pencegahan telah dilakukan petani, seperti peracunan tikus dan penyemprotan insektisida berulang kali. Namun, langkah tersebut belum mampu mengendalikan laju serangan hama.
Keluhan utama petani tidak hanya soal hama, tetapi juga minimnya pendampingan dari pihak terkait. Mereka menilai penyuluhan pertanian masih terbatas pada penggunaan insektisida, tanpa strategi pengendalian hama yang terpadu dan berkelanjutan.
Di Kecamatan Wonosobo, kondisi bahkan lebih memprihatinkan. Dalam dua tahun terakhir, hasil panen terus menurun akibat serangan hama seperti lembing, penggerek batang, wereng, hingga tikus. Sutrisno, salah satu petani setempat, mengaku kecewa dengan kurangnya peran aktif instansi terkait.
“Pencegahan sering gagal karena kami tidak mendapat pendampingan yang cukup. Biaya perawatan tinggi, tapi hasil panen tidak sebanding,” ujarnya.Kepala ULP Wonosobo, Catur, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan pemantauan langsung ke lapangan. Berdasarkan hasil pengamatan, serangan hama terjadi sejak tanaman berusia 14 hari dan berlangsung secara bertahap.
“Dimulai dari kepinding tanah, lalu tikus saat usia satu bulan, disusul wereng dan penyakit blas hingga tanaman berumur sekitar 60 hari,” jelasnya.
Data sementara mencatat luas area terdampak mencapai puluhan hektar, di antaranya 5 hektar di Soponyono, 15 hektar di Bayu Urip, 70 hektar di Kalirejo, 5 hektar di Dadisari, 3 hektar di Dadirejo, serta 7 hektar di Karang Anyar.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Tanggamus, Rahmat Hidayat, menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan bantuan pestisida bagi petani terdampak.
“Kami sudah menyediakan pestisida. Petani dapat mengajukan permohonan melalui kelompok tani masing-masing,” ujarnya, Kamis (30/04/2026).
Meski bantuan tersedia, petani berharap adanya pendampingan yang lebih intensif, termasuk edukasi pengendalian hama terpadu serta solusi jangka panjang. Jika tidak ditangani secara komprehensif, kondisi ini dikhawatirkan tidak hanya merugikan petani, tetapi juga mengancam ketahanan pangan daerah.
Editor : Indra Siregar