PRINGSEWU,iNewsPringsewu.id– Dalam ajaran Islam, alam Barzakh atau alam kubur merupakan fase perantara yang membatasi kehidupan dunia dengan akhirat. Fase ini dimulai sejak seseorang meninggal dunia hingga hari kebangkitan tiba. Meski bersifat gaib dan tidak dapat diindera manusia yang masih hidup, alam Barzakh diyakini sebagai tempat persinggahan ruh yang nyata adanya Sabtu(07/02/2026).
Secara bahasa, barzakh berarti pembatas atau dinding, yang memisahkan dunia fana dengan akhirat yang kekal. Di alam inilah jasad bersemayam di dalam kubur, sementara ruh menanti datangnya hari kiamat.
Salah satu peristiwa penting di alam kubur adalah fitnah kubur, yakni proses tanya jawab yang dilakukan oleh Malaikat Munkar dan Nakir. Setiap manusia akan ditanya tentang Tuhannya, agamanya, dan nabinya. Jawaban atas pertanyaan tersebut menjadi penentu kondisi seseorang di alam kubur.
Bagi orang mukmin yang saleh, kuburnya akan diluaskan, diterangi cahaya, serta diperlihatkan tempatnya di surga. Sebaliknya, bagi mereka yang gemar bermaksiat dan lalai dari perintah Allah, alam kubur dapat menjadi tempat siksa dan penyesalan.
Alam kubur juga sering disebut sebagai “kiamat sughra” atau kiamat kecil bagi setiap individu. Di fase inilah penyesalan mulai terasa bagi mereka yang semasa hidup tidak mempersiapkan bekal amal saleh.
Dalam Islam, terdapat sejumlah amalan yang diyakini dapat meringankan atau menyelamatkan seseorang di alam kubur, di antaranya:
Sedekah jariah, ilmu yang bermanfaat, dan doa anak yang saleh
Shalat yang dikerjakan dengan baik, yang menjadi cahaya penerang di alam kubur
Membaca surat Al-Mulk, sebagaimana disebutkan dalam beberapa hadis sebagai pelindung dari siksa kubur
Pemahaman tentang alam Barzakh menjadi pengingat penting bagi umat Islam bahwa kehidupan dunia bersifat sementara, dan setiap perbuatan akan dimintai pertanggungjawaban. Karena itu, memperbanyak amal saleh sejak di dunia menjadi bekal utama menghadapi kehidupan setelah kematian.
Editor : Indra Siregar
Artikel Terkait
