PRINGSEWU,iNewsPringsewu.id — Kondisi Bendungan Way Gatel di Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, menjadi perhatian Anton Subagiyo. Anggota DPRD Kabupaten Pringsewu tersebut mendorong agar kerusakan bendungan segera mendapat penanganan untuk menjaga kelancaran pengairan lahan pertanian.
Anton menyampaikan hal itu saat meninjau langsung Bendungan Way Gatel, Senin siang (28/9/2026), bersama Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pringsewu Maryanto dan pihak terkait.
Menurut Anton, kunjungan tersebut dilakukan setelah pihaknya menerima laporan masyarakat serta informasi mengenai kondisi Bendungan Way Gatel.
Bendungan tersebut memiliki peran penting bagi sektor pertanian karena mengairi sekitar 500 hektare lahan yang tersebar di sejumlah pekon, di antaranya Panjerejo, Bulokarto, Wates dan Bulurejo.
“Bendungan Way Gatel perlu menjadi prioritas untuk pemeliharaan, khususnya dalam mendukung ketahanan pangan,” ujar Anton.
Ia berharap perbaikan dapat dilakukan sebelum persoalan pengairan semakin mengganggu aktivitas pertanian masyarakat, terutama ketika memasuki musim hujan.
Anton mengatakan, untuk kerusakan yang dapat ditangani dalam waktu dekat, pihaknya mendorong agar masuk dalam program perubahan anggaran. Sementara penanganan dengan kebutuhan anggaran lebih besar akan didorong melalui pengusulan kepada pemerintah pusat.
Dorong Blueprint Irigasi Kabupaten
Tidak hanya menyoroti kondisi fisik bendungan, Anton juga mendorong Pemerintah Kabupaten Pringsewu menyusun blueprint sistem irigasi yang menjadi dasar pengelolaan sumber daya air dalam jangka panjang.
Menurutnya, pemerintah daerah perlu memiliki pemetaan yang jelas mengenai bendungan, embung, sungai, jaringan irigasi dan wilayah pertanian yang mendapatkan layanan air.
“Kalau tidak ada blueprint, pekerjaan akan berdasarkan persoalan. Bukan berdasarkan perencanaan yang berkelanjutan,” tegasnya.
Blueprint tersebut, lanjut Anton, perlu memuat kebutuhan dan ketersediaan air, kondisi jaringan irigasi, prioritas rehabilitasi, rencana pembangunan infrastruktur, pembiayaan bertahap serta pembagian kewenangan antara pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten.
Usulkan Kajian Long Storage
Anton juga mendorong adanya kajian mengenai pembangunan long storage atau sistem penyimpanan air melalui saluran irigasi memanjang pada lokasi yang memiliki potensi teknis.
Konsep tersebut dapat menjadi bagian dari sistem pengelolaan air, terutama untuk menampung air saat musim hujan dan menyediakan cadangan air bagi pertanian ketika musim kemarau.
“Jaringan irigasi tidak hanya sebagai saluran pembawa air, tetapi juga bisa menjadi bagian dari sistem tampungan dan distribusi air,” katanya.
Ia menilai pengelolaan irigasi membutuhkan sinergi lintas sektor, mulai dari Bappeda, Dinas PUPR, Dinas Pertanian, BPKAD, pemerintah provinsi, pemerintah pusat hingga kelompok petani.
Sementara itu, Kabid Sumber Daya Air Dinas PUPR Kabupaten Pringsewu Wiyanto mengatakan, pemeliharaan Bendungan Way Gatel masih menunggu ketersediaan anggaran.
Anton berharap persoalan tersebut dapat segera ditindaklanjuti melalui perencanaan dan penganggaran yang jelas, sehingga fungsi Bendungan Way Gatel tetap optimal dalam mendukung pertanian dan ketahanan pangan di Kabupaten Pringsewu.
Editor : Indra Siregar
Artikel Terkait
