Tim Gabungan Padamkan Karhutla di 4 Lokasi, Bara Api Terus Dipantau
PRINGSEWU,iNewsPringsewu.id– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pringsewu mengerahkan tim gabungan untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di empat lokasi di Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, Lampung, pada 9 hingga 11 September 2026.
Tim yang melibatkan Satpol PP, BPBD, TNI/Polri, aparatur pekon dan masyarakat melakukan pemadaman serta melokalisir titik api agar tidak merambat ke permukiman dan fasilitas umum.
Karhutla terjadi di Perbukitan Way Bayas Dusun 3 Pekon Panjerejo, perbukitan Dusun 4 Pekon Tambahrejo, perbukitan Dusun 1, 2 dan 3 Pekon Tambahrejo Barat, serta kawasan Pekon Wates Selatan yang berbatasan dengan Kabupaten Pesawaran.

Kebakaran mulai terdeteksi pada Rabu siang, 9 September 2026. Cuaca panas, vegetasi kering dan tiupan angin menyulitkan petugas. Hingga malam hari, dua titik api berhasil dilokalisir. Sebanyak 25 personel Satpol PP diterjunkan di bawah pimpinan Plt Kasat Pol PP Pringsewu Catur Agus Dewanto, S.P.
Penanganan berlanjut pada Kamis, 10 September, setelah api kembali ditemukan di Bukit Tamro dan Bukit Sarno, Pekon Tambahrejo Barat, lalu menjalar ke perbukitan Pekon Wates Selatan. Petugas terus memantau bara hingga menjelang dini hari untuk mencegah kebakaran susulan,Minggu.(13/09/2026).
Pada Jumat, 11 September sekitar pukul 13.30 WIB, bara kembali ditemukan di belakang TPS 3R Dusun 5, Pekon Tambahrejo. Tim gabungan memadamkan api hingga kawasan belakang TPU Pekon Tambahrejo Barat sekitar pukul 20.30 WIB. Penanganan kemudian dilanjutkan di sekitar Pondok Ibnu Mubarok, Pekon Wates Selatan, hingga api padam sekitar pukul 22.30 WIB.

Catur mengatakan keselamatan warga menjadi prioritas utama. Petugas menghadapi kendala berupa vegetasi kering, angin tidak menentu, keterbatasan alat dan sumber air, serta medan perbukitan yang terjal.
Seluruh Praja Binmas Kecamatan Gadingrejo dan Tim Praja Reaksi Cepat (PRC) ditugaskan tetap siaga memantau kawasan terdampak. Sementara itu, penyebab kebakaran masih diselidiki. Masyarakat diimbau tidak membuka lahan dengan cara membakar dan segera melaporkan jika menemukan titik api atau kepulan asap.
Editor: Indra Siregar