Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Kejari Pringsewu Perkuat Jaga Desa, Sosialisasikan Tata Kelola Dana Desa untuk Cegah Korupsi
Advertisement . Scroll to see content

Karhutla Melanda Dua Perbukitan di Gadingrejo, Pemkab Pringsewu Kerahkan Tim Gabungan

Minggu, 13 September 2026 | 13:22 WIB
  • author Indra Siregar
Karhutla Melanda Dua Perbukitan di Gadingrejo, Pemkab Pringsewu Kerahkan Tim Gabungan
Dua Titik Karhutla Mengamuk di Gadingrejo, Tim Gabungan Pringsewu Bergerak Cegah Api Mendekati Permukiman (Foto: istimewa)

PRINGSEWU — Pemerintah Kabupaten Pringsewu mengerahkan tim gabungan untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di dua lokasi berbeda di Kecamatan Gadingrejo, Mulai hari  Rabu.(09/09/2026 Kebakaran terjadi di kawasan Perbukitan Way Bayas, Dusun 3, Pekon Panjerejo, serta perbukitan Dusun 4, Pekon Tambahrejo.

Tim yang terlibat terdiri dari Satpol PP, TNI, Polri dan BPBD. Hingga Rabu malam sekitar pukul 23.30 WIB, petugas berhasil melokalisir dua titik api di sejumlah sektor guna mencegah kobaran meluas menuju permukiman warga.

Sebanyak 12 personel Satpol PP diterjunkan ke lokasi. Penanganan dipimpin langsung Plt Kasat Pol PP Kabupaten Pringsewu Catur Agus Dewanto, S.P., bersama Sekretaris Satpol PP Suhermadi, S.E., M.M., dengan dukungan Babinsa dan Bhabinkamtibmas.

“Prioritas utama kami adalah keselamatan warga dan memutus jalur perambatan api ke area permukiman serta fasilitas umum,” kata Catur.

Menurutnya, kondisi di lapangan cukup menantang. Vegetasi yang kering, tiupan angin yang berubah-ubah, keterbatasan sumber air serta kondisi lereng bukit yang terjal membuat proses pemadaman membutuhkan penanganan ekstra.

Kebakaran juga mulai menimbulkan kabut asap tipis yang terlihat di sekitar Pekon Panjerejo dan Pekon Tambahrejo. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena perubahan arah angin berpotensi membawa asap maupun mempercepat penyebaran api.

Sebagai langkah antisipasi, Plt Kasat Pol PP menugaskan seluruh Praja Binmas Kecamatan Gadingrejo serta tim Praja Reaksi Cepat (PRC) untuk bersiaga dan melakukan pemantauan di sekitar lokasi.

Langkah tersebut dinilai penting mengingat kebakaran lahan di kawasan perbukitan tidak hanya sulit dijangkau, tetapi juga berisiko meluas ketika kondisi cuaca panas dan angin kencang masih berlangsung.

Sementara itu, penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan pihak berwenang. Pemerintah mengimbau masyarakat tidak melakukan pembukaan atau pembersihan lahan dengan cara membakar.

Warga juga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api baru. Kewaspadaan masyarakat menjadi bagian penting dalam mencegah karhutla meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar terhadap lingkungan maupun permukiman.

Pemkab Pringsewu memastikan pemantauan tetap dilakukan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api di dua kawasan tersebut.

Editor: Indra Siregar

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut