Komnas PA Pringsewu Kecam Dugaan Kekerasan Siswa, Minta Guru Dievaluasi
PRINGSEWU,iNewsPringsewu.id– Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Kabupaten Pringsewu mengecam dugaan tindakan kekerasan yang dilakukan seorang oknum guru terhadap siswa saat jam sekolah di Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Pringsewu, Lampung, Sabtu (3/10/2026).
Ketua Komnas Perlindungan Anak Kabupaten Pringsewu, Fauzi, menilai dugaan kejadian tersebut menjadi perhatian serius karena bertentangan dengan semangat mewujudkan lingkungan pendidikan yang aman dan ramah anak.
Hal itu disampaikan Fauzi saat dikonfirmasi wartawan iNews, Selasa (13/10/2026).
Fauzi meminta aparat penegak hukum menangani kejadian tersebut secara menyeluruh, objektif, dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Terlebih, terdapat informasi mengenai siswa yang mengalami luka memar kebiruan di bagian tangan dan sejumlah bagian tubuh lainnya.
Menurutnya, dugaan kekerasan di lingkungan pendidikan tidak boleh dianggap sebagai persoalan sepele. Sekolah seharusnya menjadi tempat yang aman bagi anak untuk belajar, tumbuh, dan berkembang tanpa rasa takut terhadap tindakan kekerasan.
Desak Dinas Pendidikan Lakukan Evaluasi
Fauzi juga mendesak Dinas Pendidikan Kabupaten Pringsewu segera melakukan evaluasi terhadap tenaga pendidik di wilayahnya, sekaligus memperkuat pengawasan di sekolah untuk mencegah kejadian serupa terulang.
Evaluasi tersebut dinilai penting untuk memastikan setiap guru memahami tanggung jawab profesional dalam mendidik siswa, termasuk kewajiban melindungi anak dari segala bentuk kekerasan fisik maupun tindakan yang dapat mengganggu keselamatan dan psikologis mereka.
Dinas Pendidikan juga diharapkan menindaklanjuti laporan dugaan kekerasan secara serius, melakukan pemeriksaan sesuai kewenangan, serta memastikan keselamatan dan perlindungan siswa yang diduga menjadi korban.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa komitmen mewujudkan sekolah ramah anak harus diwujudkan melalui tindakan nyata, bukan sekadar slogan. Pengawasan, pembinaan, dan penegakan aturan perlu berjalan agar lingkungan pendidikan benar-benar memberikan rasa aman bagi seluruh siswa.
Editor: Indra Siregar