Menghidupkan Ramadan Bersama Sunnah Nabi: Dari Tadarus hingga Doa Sapu Jagad

Indra Siregar
Meneladani Nabi Muhammad SAW di Bulan Suci, Tadarus dan Doa Jadi Kunci Ketakwaan (Foto: istimewa)

PRINGSEWU,iNewsPringsewu.id- RAMADAN bukan sekadar bulan puasa, tetapi momentum peningkatan kualitas ibadah sebagaimana dicontohkan Nabi Muhammad SAW. Dalam berbagai riwayat sahih, Rasulullah SAW secara khusus meningkatkan intensitas tadarus Al-Qur’an selama bulan suci, bahkan melakukannya bersama Malaikat Jibril setiap malam Ramadan.

Para ulama menjelaskan, kebiasaan tersebut menunjukkan bahwa Ramadan adalah bulan Al-Qur’an. Pada tahun terakhir kehidupan beliau, tadarus dilakukan dua kali khatam sebagai bentuk penyempurnaan wahyu dan penguatan spiritual.

Surat Al-Fath dan Ayat Puasa Jadi Perhatian

Di awal Ramadan, Rasulullah disebut sering membaca Surat Al-Fath yang mengandung pesan kemenangan, ampunan, dan keteguhan iman. Selain itu, ayat-ayat tentang puasa dalam Surat Al-Baqarah ayat 183–187 juga menjadi perhatian utama.

Khususnya pada ayat 185 ditegaskan bahwa Ramadan adalah bulan diturunkannya Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia. Ayat ini menegaskan makna puasa tidak hanya sebagai ibadah fisik, tetapi juga momentum turunnya hidayah dan pembinaan ketakwaan.

Doa-Doa yang Diamalkan Rasulullah

Selain memperbanyak bacaan Al-Qur’an, Rasulullah SAW juga memperkuat ibadah dengan doa-doa utama, di antaranya:

Doa melihat hilal Ramadan:

“Allāhumma sallimnī li Ramadhāna, wa sallim Ramadhāna lī, wa sallimhu minnī.”

Doa malam Lailatul Qadar:

“Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni.”

Doa sapu jagad (QS. Al-Baqarah: 201):

“Rabbana atina fid dunya hasanah wa fil akhirati hasanah wa qina ‘adzaban nar.”

Doa-doa tersebut mencerminkan harapan akan keselamatan, ampunan, serta kebaikan dunia dan akhirat.

Momentum Revolusi Spiritual

Keteladanan Rasulullah SAW menegaskan bahwa fokus utama Ramadan adalah meningkatkan interaksi dengan Al-Qur’an secara menyeluruh. Bukan sekadar membaca, tetapi mentadabburi, mengamalkan, dan menjadikan wahyu sebagai pedoman hidup.

Ramadan menjadi bulan evaluasi diri, memperbaiki niat, dan memperkuat hubungan dengan Allah SWT. Dengan meneladani ibadah Rasulullah, umat Islam diharapkan mampu menjadikan Ramadan sebagai titik balik menuju ketakwaan yang lebih kokoh dan berkelanjutan.

Editor : Indra Siregar

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network