Kisah Pilu Nelayan di Tanggamus: Temani Istri dari Honorer, Diceraikan Setelah Jadi P3K
Momen paling menyakitkan, kata Jueni, terjadi saat dirinya diminta pergi. Sebuah kalimat yang dilontarkan sang istri disebut masih membekas hingga kini.
“Dia bilang, kita sudah beda level. Itu yang paling menyakitkan buat saya,” ucapnya dengan suara lirih.
Usai meninggalkan rumah, Jueni mengaku sempat berpindah-pindah tempat tinggal dan menumpang di beberapa lokasi. Tak lama kemudian, panggilan sidang perceraian dari pengadilan agama pun diterimanya. Panggilan pertama tidak ia hadiri karena merasa alasan gugatan tidak sesuai dengan persoalan yang ia pahami. Namun panggilan kedua kembali menyusul.
Meski proses hukum telah berjalan, Jueni menegaskan komunikasi antara dirinya dan Meli masih terjalin. Keduanya disebut masih beberapa kali bertemu dan berbincang. Ia pun mengaku masih menyimpan harapan agar rumah tangga mereka dapat diselamatkan.
“Kami sebenarnya masih komunikasi, masih sempat bertemu. Saya masih berharap bisa rukun kembali. Tapi dari keluarga dan lingkungan kerja dia, sepertinya memang ingin kami berpisah,” katanya.
Editor : Indra Siregar