Meski demikian, masyarakat berharap ada solusi konkret. Sebab, pasar ini bukan sekadar soal kepemilikan lahan, melainkan urat nadi ekonomi rakyat Pringsewu. Lumpur mungkin telah melahirkan banyak kisah sukses, tetapi bukan berarti harus terus dibiarkan menjadi simbol ketertinggalan.
Editor : Indra Siregar
Artikel Terkait
