11 Siswa SMPN 1 Talang Padang Diduga Keracunan MBG, Puskesmas Buka Posko Kesehatan

Hardi Suprapto
Korban Dugaan Keracunan MBG di Tanggamus Naik Jadi 11 Siswa, Sampel Makanan Diuji BPOM (Foto: Istimewa)

TANGGAMUS,iNewsPringsewu.id– Jumlah siswa SMP Negeri 1 Talang Padang, Kabupaten Tanggamus, yang diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) bertambah menjadi 11 orang hingga Kamis (23/7/2026).

Pemerintah Kabupaten Tanggamus melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan bersama Dinas Kesehatan terus melakukan pemantauan terhadap kondisi para siswa. Sebagai langkah antisipasi, Puskesmas Talang Padang mendirikan posko kesehatan di lingkungan sekolah guna memberikan penanganan medis secara cepat bagi siswa yang mengalami keluhan.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Tanggamus, Hendra Wijaya, mengatakan penambahan jumlah siswa yang mengeluhkan gejala serupa terjadi pada Kamis pagi.

"Untuk pagi ini bertambah menjadi 11 anak yang mengeluhkan kondisi serupa. Puskesmas telah membuka posko kesehatan di sekolah, dan apabila ada siswa yang harus mendapatkan perawatan lebih lanjut akan langsung dibawa ke Puskesmas Talang Padang," ujar Hendra.

Ia menjelaskan, dari tiga siswa yang sempat menjalani perawatan sejak Rabu (22/7/2026), dua di antaranya dijadwalkan pulang karena kondisi kesehatannya telah membaik. Sementara satu siswa lainnya masih menjalani observasi medis.

"Dari tiga anak yang dirawat sejak kemarin, dua akan dipulangkan pagi ini karena kondisinya sudah membaik. Satu anak masih dalam perawatan untuk observasi lebih lanjut," katanya.

Sebelumnya, delapan siswa dilaporkan mengalami keluhan seperti mual dan muntah setelah menyantap makanan dari program MBG pada Rabu siang. Menindaklanjuti kejadian tersebut, Pemerintah Kabupaten Tanggamus langsung berkoordinasi dengan instansi terkait dan mengirimkan sampel makanan ke BPOM Lampung untuk menjalani uji laboratorium.

Hasil pemeriksaan laboratorium tersebut diharapkan dapat mengungkap penyebab pasti dugaan keracunan, sehingga dapat menjadi dasar evaluasi terhadap pelaksanaan program MBG di sekolah.

Hingga Kamis siang, proses pemantauan kesehatan para siswa dan penyelidikan terhadap dugaan keracunan masih terus dilakukan oleh pihak terkait. Pemerintah mengimbau masyarakat untuk menunggu hasil resmi pemeriksaan laboratorium sebelum menyimpulkan penyebab insiden tersebut.

Editor : Indra Siregar

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network