get app
inews
Aa Text
Read Next : Update Terkini Banjir di Wonosobo Tanggamus,BNPB Tinjau Lokasi Terdampak

52 Warga Tanggamus Diduga Keracunan Usai Santap Bubur Sumsum

Rabu, 22 Juli 2026 | 13:05 WIB
header img
Petugas kesehatan memberikan pelayanan dan pendataan terhadap warga yang diduga mengalami keracunan makanan di Pekon Dadimulyo, Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Tanggamus.(Foto: Hardi Suprapto)

TANGGAMUS,iNewsPringsewu.id – Puluhan warga di Pekon Dadimulyo, Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Tanggamus, diduga mengalami keracunan makanan usai mengonsumsi bubur sumsum yang dijual seorang pedagang keliling. Sedikitnya 52 warga mengalami gejala pusing, mual, muntah, diare hingga demam, sehingga sebagian harus menjalani perawatan di fasilitas kesehatan.

Kepala Pekon Dadimulyo, Sukadi, membenarkan peristiwa tersebut. Berdasarkan pendataan sementara, sebanyak 49 warga Pekon Dadimulyo dan tiga warga Pekon Banyurip mengalami keluhan serupa setelah menyantap bubur sumsum.

"Benar, ada sekitar 49 warga Dadimulyo dan tiga warga Banyurip yang mengalami pusing, mual, muntah, diare, dan demam," ujar Sukadi.

Pedagang bubur sumsum berinisial J diketahui telah berjualan di wilayah tersebut selama lebih dari 10 tahun. Warga yang membeli bubur pada siang hari mulai merasakan gejala beberapa jam setelah mengonsumsinya.

Sejumlah korban yang mendapatkan perawatan di Puskesmas Sanggi dan Puskesmas Wonosobo di antaranya Rini Septiana (14), Wagiyem (66), Nurmaini (44), dan Yeni Anggraini (26).

Menindaklanjuti kejadian tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Tanggamus bergerak cepat dengan menurunkan tim medis ke lokasi. Tim melakukan pelayanan kesehatan darurat, pendataan korban, serta penyelidikan epidemiologi untuk mengetahui penyebab pasti insiden tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tanggamus, dr. Hernov, mengatakan seluruh korban dipastikan mendapatkan penanganan medis secepat mungkin.

"Kami sudah menurunkan tim ke lokasi untuk menyisir dan mendata korban, serta memastikan seluruh korban mendapatkan pertolongan medis secepatnya," kata dr. Hernov.

Selain memberikan pelayanan kesehatan, petugas juga mengambil sampel bubur sumsum beserta bahan baku yang digunakan untuk diperiksa di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Provinsi Lampung.

"Sampel bahan mentah dan bubur sudah kami ambil dan segera dikirim ke Labkesda Provinsi Lampung untuk dilakukan uji laboratorium," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Banjar Negoro membuka posko kesehatan darurat dan mengerahkan tim kesehatan melakukan penyisiran dari rumah ke rumah guna memastikan seluruh warga yang mengalami gejala segera memperoleh penanganan medis.

Hingga berita ini diterbitkan, petugas masih melakukan pendataan terhadap kemungkinan adanya korban tambahan. Pemerintah mengimbau masyarakat yang telah mengonsumsi bubur sumsum tersebut dan mengalami gejala seperti pusing, mual, muntah, diare, maupun demam agar segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan sedini mungkin.

Editor : Indra Siregar

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut