get app
inews
Aa Text
Read Next : Mangkir Dua Kali, Oknum Kakon Atar Lebar Ditangkap Terkait Korupsi Dana Desa Rp1 Miliar

Update Keracunan Bubur Wonosobo: 63 Warga Jadi Korban, Satu Alami Dehidrasi Berat

Kamis, 23 Juli 2026 | 20:34 WIB
header img
Korban dugaan keracunan bubur sumsum di Pekon Dadimulyo, Kecamatan Wonosobo, Tanggamus,(Foto: Hardi Suprapto)

TANGGAMUS,iNewsPringsewu.id – Jumlah warga yang diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi bubur sumsum di Pekon Dadimulyo, Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Tanggamus, terus bertambah. Hingga Rabu (22/7/2026) malam, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tanggamus mencatat sebanyak 63 orang mengalami gejala yang diduga berkaitan dengan konsumsi makanan tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tanggamus, dr. Herry Novrizal, mengatakan pendataan korban masih terus dilakukan karena laporan dari lapangan terus bertambah.

"Hingga tadi malam jumlah warga yang mengalami gejala menjadi 63 orang. Data ini masih terus kami perbarui sesuai perkembangan di lapangan," ujar dr. Herry Novrizal, Kamis (23/7/2026).

Dari total korban, satu pasien harus dirujuk ke RS Panti Secanti atas permintaan keluarga. Pasien bernama Ny. Eka Apriyanti (42) mengalami dehidrasi sedang hingga berat setelah tidak bersedia mengonsumsi obat selama menjalani perawatan.

"Pasien mengalami dehidrasi sedang hingga berat dan dirujuk ke RS Panti Secanti atas permintaan keluarga," jelasnya.

Meski demikian, sebagian besar korban telah mendapatkan penanganan medis di puskesmas maupun fasilitas kesehatan setempat dengan kondisi yang terus dipantau oleh tim kesehatan.

Dr. Herry menegaskan Dinkes Tanggamus masih melakukan pemantauan terhadap seluruh korban sekaligus memperbarui data perkembangan kasus.

"Untuk perkembangan terbaru akan kami informasikan kembali," katanya.

Diduga Berasal dari Bubur Sumsum Pedagang Keliling

Peristiwa ini bermula setelah puluhan warga Pekon Dadimulyo mengonsumsi bubur sumsum yang dijual seorang pedagang keliling berinisial J, yang diketahui telah berjualan di wilayah tersebut selama lebih dari 10 tahun.

Beberapa jam setelah menyantap bubur, warga mulai mengeluhkan pusing, mual, muntah, diare, sakit perut, hingga demam. Sejumlah korban harus mendapatkan perawatan medis karena mengalami kondisi yang cukup serius.

Petugas kesehatan bersama instansi terkait kini masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti dugaan keracunan tersebut, termasuk menelusuri sumber makanan yang dikonsumsi para korban.

Dinas Kesehatan mengimbau masyarakat yang mengalami gejala serupa setelah mengonsumsi makanan tersebut agar segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat guna memperoleh penanganan medis secepatnya.

Editor : Indra Siregar

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut