TANGGAMUS,iNewsPringsewu.id — Setelah sekitar empat tahun mengalami kerusakan, Jembatan Gantung Merah Putih yang menghubungkan Pekon Tanjung Raja dan Pekon Tanjung Jati, Kecamatan Cukuh Balak, Kabupaten Tanggamus, akhirnya kembali dapat dilintasi masyarakat.
Jembatan yang menjadi akses penting bagi warga tersebut diresmikan oleh Kabag Ops Polres Tanggamus Kompol Yoffie Kurniawan yang mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Rahmad Sujatmiko.
Peresmian ditandai dengan pengujian kekuatan jembatan. Lima orang bersama lima sepeda motor melintas secara bersamaan untuk memastikan akses tersebut kembali dapat digunakan setelah dilakukan renovasi.
Renovasi jembatan dilakukan secara gotong royong oleh personel Polres Tanggamus bersama Babinsa, Tagana, dan masyarakat. Pengerjaan berlangsung sekitar empat hari dengan fokus pada pemasangan lantai papan serta pengecatan tiang dan seling baja sebagai bagian dari struktur pengait jembatan.
Meski telah diperbaiki, masyarakat tetap diminta tidak mengabaikan faktor keselamatan. Jembatan tersebut memiliki kapasitas sekitar satu ton dan idealnya hanya dilintasi sekitar 10 hingga 20 orang secara bersamaan.
Akses Vital Warga
Jembatan Gantung Merah Putih bukan sekadar penghubung dua wilayah. Akses yang dibangun sejak 2001 itu menjadi jalur penting bagi aktivitas masyarakat di kedua pekon.
Kerusakan lantai papan membuat jembatan tidak berfungsi secara optimal selama kurang lebih empat hingga lima tahun. Kondisi tersebut tentu berdampak terhadap mobilitas warga, khususnya masyarakat yang membutuhkan akses cepat menuju wilayah seberang.
Tercatat sekitar 200 kepala keluarga menggunakan akses tersebut. Selain itu, sekitar 100 siswa juga memanfaatkannya untuk aktivitas sehari-hari. Puluhan anak dari Tanjung Raja bahkan rutin melintasi jembatan untuk mengikuti kegiatan mengaji di Tanjung Jati.
Kembali berfungsinya jembatan diharapkan dapat mempermudah mobilitas warga sekaligus mendukung aktivitas pendidikan, sosial, keagamaan, dan ekonomi masyarakat.
Gotong Royong Jadi Solusi
Perbaikan jembatan melalui gotong royong menunjukkan bahwa persoalan infrastruktur dasar di wilayah masyarakat tidak selalu harus menunggu proses panjang. Kolaborasi aparat, pemerintah kewilayahan, relawan, dan masyarakat dapat menjadi solusi cepat terhadap kebutuhan mendesak.
Namun, perbaikan tersebut juga perlu diikuti dengan pemeliharaan secara berkala. Pemerintah dan masyarakat perlu memastikan kondisi lantai, tiang, seling baja, serta kapasitas jembatan terus diawasi agar akses vital tersebut tidak kembali mengalami kerusakan yang berlarut-larut.
Masyarakat juga memiliki peran penting dengan menggunakan jembatan sesuai kapasitas dan ikut menjaga fasilitas yang telah diperbaiki.
Dengan kembali berfungsinya Jembatan Gantung Merah Putih, warga Tanjung Raja dan Tanjung Jati kini memiliki akses penghubung yang lebih mudah. Tantangannya, bagaimana memastikan jembatan tersebut tidak kembali terbengkalai dan mampu bertahan untuk melayani kebutuhan masyarakat dalam jangka panjang.
Editor : Indra Siregar
Artikel Terkait
